Kam. Apr 25th, 2019

Rakyat Aceh Marah! Kepada Anggota BANSER di Jawa

WWW.ACEHAKURAT.COM – ACEH- Sekelompok orang berseragam loreng terekam dalam video berdurasi sekitar dua menit yang viral di media sosial, tengah bernyanyi mars Nahdlatul Ulama. Mereka membawa bendera berwarna hitam bertuliskan kalimat tauhid. Bendera itu lantas disulut api.

Peristiwa pembakaran bendera itu terjadi saat Hari Santri Nasional, yang dihelat di lapangan alun-alun Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (22/10).

Mereka merupakan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), badan otonom Nahdlatul Ulama dari Gerakan Pemuda Ansor. Aksi pembakaran bendera itu berbuntut panjang.

Sejumlah pihak geram, dan menuding anggota Banser membakar bendera yang bertuliskan kalimat tauhid. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun sudah melontarkan pernyataannya.

Menurut Sekjen MUI Anwar Abbas dalam pernyataannya di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (23/10), MUI prihatin atas aksi pembakaran bendera, dan menimbulkan kegaduhan di kalangan umat Islam.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengemukakan, tiga orang diamankan untuk dimintai keterangan atas insiden pembakaran bendera itu.

Rakyat Aceh Marah!

Di masyarakat, ramai memperbincangkan apakah mereka membakar ada satu alasan lain. Sejumlah anggota Banser tersebut memang sengaja membakar bendera Hizbut Tahrir Indonesia, yang tentu saja membuat sebagian RAKYAT ACEH marah.

Provokasi

Pascainsiden pembakaran bendera itu, Badri Kader GP Ansor mengungkapkan, ketegangan muncul di sejumlah tempat. Bagi masyarakat Aceh, wajar ada sejumlah umat Islam yang marah, karena melihat bendera sebagai nilai, yakni kalimat tauhid. Namun, menurutnya, persoalannya yang dibakar adalah bendera HTI.

“Mereka yang marah bendera HTI dibakar, saya menduga memang eks-HTI dan pendukungnya, yang melihat bendera itu sebagai realitas tanpa mitos sejarah yang dibelokkan,” kata Badri, yang merupakan pengurus Ansor bagian media dan pengkaderan ranting Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Jepara.

Badri mengungkapkan, pembakaran bendera itu merupakan sebuah kritik yang selama ini tak pernah dilakukan ormas manapun. Baginya, membakar bendera merupakan bentuk tekanan untuk eks-HTI dan pendukungnya. Badri pun mengatakan, anggota Ansor dan Banser sudah tahu imbas dari aksi pembakaran bendera itu.

Berikan komentar