Kam. Apr 25th, 2019

Tuanku Warul Meraung: Survey Setara Institute Melecehkan Toleransi Umat di Banda Aceh

Menyikapi hasil Survey Setara Institute, Pang Ulee Komandan Al Asyi, Tuanku Warul Waliddin merasa bahwa ada pengkebirian/mendiskreditkan nilai2 toleransi yang ada di Kota Banda Aceh. Pihak Setara Institute sewenang-wenang dalam mencantumkan Kota Banda Aceh sebagai Kota di dalam kategori trb.

Terlihat mereka tidak paham akan Sejarah Peradaban Kota Banda Aceh yang sudah berusia 813 tahun. Hal ini menyingung kami sebagai warga Kota Banda Aceh, yang sangat toleran dengan keberagaman Agama dan Bangsa yang ada di sini.

Tidak pernah kita mendengar sejak dahulu ada pembakaran rumah ibadah atau pengusiran satu etnis/suku bangsa. Umat Islam yang sangat taat pada agamanya, umat Kristen nasrani yang taat dengan agamanya, budha/hindu pun demikian. Baik yang minoritas maupun mayoritas tidak pernah terdengar saling merendahkan, apalagi hingga menghina satu dan lainnya. Pihak Pemko Banda Aceh, seyogya nya harus menggugat Setara Institute yang membuat survey kecoplosan tersebut. Karena dapat mengakibatkan kekhawatiran berbagai pihak yang ada diluar terhadap Iklim Investasi dan Pariwisata di Kota Banda Aceh.

Masyarakat Aceh terutama Kota Banda Aceh sudah terbukti sangat “Open” dalam pergaulan dengan berbagai pihak.

Tsunami 2004 tahun yang lalu yang mengantarkan banyak relawan dari hampir seluruh bangsa dunia yang telah merasakan bagaimana sikap toleran nya masyarakat Kota Banda Aceh. Malah sekelas Jakarta saja tidak pernah seramai Banda Aceh tingkat heterogensi masyarakatnya disaat para relawan dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Banda Aceh dalam rangka pemulihan Bencana Alam di Aceh. Sekali lagi kami ingatkan kepada pihak “Setara Institute” untuk tidak perlu menyertakan Banda Aceh dalam survey apapun apabila hanya merendahkan image Kota Banda Aceh. Kami warga Banda Aceh bukan anti kritik, namun coba ungkapkan satu fakta saja yang membuat warga negara lain atau provinsi lain atau satu etnis yang merasa di lecehkan di Banda Aceh.

“Malah kami warga Banda Aceh sangat memanusiakan manusia manapun sesuai kodratnya yang masuk ke Banda Aceh tanpa pandang bulu. Tolong tarik kembali hasil survey kalian dan pulihkan nama Banda Aceh sebagai Kota Paling Toleran di Dunia”. Demikian Teriakkan Tuanku Warul yang juga Caleg DPRK Dapil 2 Kuta Alam dari partai PBB, kepada Setara Institute.

Berikan komentar